Mungkin aneh memang di Indonesia. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin tertinggal. Begitulah mungkin gambaran yang bisa saya sampaikan hingga saat ini dalam keseharian. Tak bisa disangkal himpitan ekonomi akibat krisis global juga dirasakan oleh warga Indonesia. Teruatama dari kalangan menengah ke bawa.
Julius Baer mencatat kelas atas Indonesia tumbuh rata-rata sebesar 25
persen selama periode 2010-2015. Kekayaan mereka terutama berasal dari
menguatnya keuntungan dari sejumlah aset utama, di antaranya properti
dan pasar saham.
Bukan hanya disitu saja,Properti Indonesia juga diprediksi akan meningkat sebesar 11 persen.dan keuntungan di sektor saham juga akan meningkat sebesar 15%. Sebagai informasi, indeks harga saham utama Indonesia sejak awal tahun ini telah naik sekitar 10 persen.
Berikut adalah 4 Negara yang menjadi pusat pertumbuhan orang-orang terkaya/ super kaya di kawasan Asia menurut Wealth-X :
- India : Dengan memiliki 7.730 orang super kaya dengan nilai kekayaan mencapai US$925 miliar.
Jumlah ini merosot dibandingkan setahun sebelumnya, yakni sebanyak 8.215
orang dengan harta US$980 miliar.
- China : Dengan orang super kaya sebanyak 11.245 orang dengan harta kekayaan mencapai
US$1,58 triliun. Di antara mereka, ada kalangan super kaya yang
masing-masing memiliki harta minimal bernilai US$30-49 juta. Jumlah
mereka mencapai 4.610 orang.
- Indonesia : Dengan jumlah orang kaya dengan nilai harta lebih dari US$30 juta di Tanah Air, meningkat 4,7 persen menjadi 785 orang.
- Mongolia : Meski hanya memiliki populasi orang super kaya sebanyak 40 orang dengan harta kekayaan
mencapai US$6 miliar. Jumlah ini meningkat 14,3 persen dibandingkan
tahun sebelumnya yang 35 orang. Sementara itu, harta orang-orang super
kaya Mongolia naik 20 persen dari 2011.
Demikianlah info ini, semoga bisa bermanfaat. Berita ini dikutip dari www.viva.co.id