Perubahan ini direncanakan akan memangkas jumlah pelajaran wajib yang akan di ajarkan disekolah-sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi beban kepada para siswa. Sehingga diharapkan dengan sedikitnya pelajaran. Maka, kualitas penyerapan pembelajaran akan semakin bagus.
Dan lagi dengan memangkas jumlah mata pelajaran, diharapkan akan membuat siswa menjadi tidak cepat bosan dan juga tidak merasa terbebani. Tapi, kalau menurut saya sebagai tenaga pendidik, agak kurang setuju. Karena pada dasarnya siswa emank menyukai jam pelajaran kosong, Namun bukan berarti memanjakannya dengan selalu tidak masuk ke kelas ketika jam pelajaran.
Mungkin kalian masih bingung, namun kalau dikaitkan dengan pemangkasan mata pelajaran, maka sikap malas pun akan semakin menjadi bagi siswa. Semoga saja tidak terjadi hal yang saya takutkan tersebut.hehe
Mengenai berita ini, Entah jadi atau enggaknya belum dipastikan. Yang jelas berita ini saya dapatkan dari harian daerah dimana saya tinggal, Yaitu Banjarmasinpost.co.id.
Dan lagi masih dikutip dari harian yang sama, pemerintah akan menggalakkan 'Gerakan Pembangunan Karakter' Yaitu sebuah program untuk kepada masyarakat luas melalui Gerakan Bersih Desa Budaya yang
difokuskan pada desa-desa yang dengan tradisinya masih menjalankan dan
menopang karifan lokal, seperti budaya gotong royong.
Selain itu Program Gerakan Bersih desa pada tahap awal sebagai proyek percontohan
dilaksanakan di enam daerah, yakni Laweyan, Lasem , Setu Babakan,
Sasirangan, Pandesikek dan Cuci Nagari Maluku
Kegiatan Gerakan Nasional Pembangunan Karakater Bangsa melalui program
penanaman nilai budaya di lingkungan sekolah yang dilaksanakan di 10
provinsi, antara lain DKI Jakarta, Aceh, Banten, Jawa Barat, NTB dan
Maluku.