Banyak yang beranggapan bahwa manusia itu jauh dari kata sempurna. Meskipun sebenarnya Tuhan sudah memberikan segala sesuatunya untuk manusia untuk menjadikannya seorang yang patut untuk menjadi seorang khalifah di dunia. Menjadi orang yang harus menjaga dunia atau bumi yang kita pijak saat ini.
Sempurna itulah kata yang pernah di ucapkan oleh Tuhan kepada seorang manusia. Namun, ke depannya manusia sendiri yang seakan mengingkari dan seolah tidak percaya kepada apa yang diungkapkan Tuhan pada firman-Nya. Manusia diciptkan dengan sebaik-baiknya bentuk oleh Tuhan sehingga dia disebut sebagai mahkluk yang paling sempurna diantara semua mahkluk ciptaan-Nya.
Manusia beranggapan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Padahal sebenarnya manusia itu sempurna. Nah loch, gimana ceritanya donk kalau sudah seperti ini. Manusia mahkluk yang sempurna karena diciptkan dengan dibekali akal dan juga nafsu. Tergantung yang mana yang dominan.
Kalau yang dominan adalah kata Nafsu, mungkin tidak ada manusia yang akan merasa sempurna. Karena sesungguhnya manusia tidak akan pernah puas akan apa yang mereka dapatkan. Mereka mau lebih dan lebih pada setiap apa yang mereka sudah dan ingin miliki.
Kemudian apabila yang lebih dominan adalah akalnya. Maka, bukan tidak mungkin bahwa dia akan merasa menjadi seorang yang sempurna. Sempurna karena sudah bisa merasakan nikmat dan bersyukur akan apa yang sudah dikaruniakan oleh Tuhannya.
Namun, apabila keduanya tidak berjalan dengan seimbang banyak manusia mendefinisikan bahwa mereka bukan tidak mungkin untuk dikategorikan sebagai orang yang lebih rendah dari hewan sekalipun.
Bagaimana menurut anda?